• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

A

  • DROPDOWN MENU
  • About
  • Template
  • Tutorial SEO
  • Senjata NgeBlog
  • Sitemap
  • More
    • Kode Warna
    • Template
    • SL Wuss V2
    • SL Wuss V3
    • SL Super Fast
Home » CERPEN JPI » CERPEN : �Pertemuan Dingin� Oleh : Lani Kurnain

CERPEN : �Pertemuan Dingin� Oleh : Lani Kurnain

Posted by A on Saturday, October 4, 2014
Label: CERPEN JPI


CERPEN

�Pertemuan Dingin�


Oleh : Lani Kurnain




Langit sore itu tampak gelap dan bercampur dengan hembusan angin. Sepertinya hujan akan turun. Kala itu, dua sosok gadis sedang berdiri tengah menunggu janji untuk bertemu dengan temannya di taman dekat panggung acara. Mereka berjanji akan menonton girlband kesukaan mereka. Sudah sejam lebih mereka menunggu namun tak ada hasil. Hingga hujan turun dengan tiba-tiba sangat lebat, mereka berdua belum bertemu dengan temannya.


Sudah dikabari melalui Telp, SMS, atau BBM tetap saja tak direspon. Sesekali mereka medapat respon dari temannya itu hanya ala kadarnya saja. Bukan mendapat respon yang bisa meluluhkan hati mereka menjadi baik. Bete. Dua gadis itu merasa tak sabar dengan kelakuan temannya yang sudah membuat mereka menunggu, akhirnya mereka berdua langsung saja mendekat ke arah panggung dan mencari tempat duduk untuk menonton. Alhasil, mereka mendapati kursi dibagian pinggir. Jaraknya agak jauh dari panggung, sehingga tidak terlalu kelihatan untuk dilihat.


Sebelum acara dimulai, mereka melihat sekeliling mencari kursi yang pas dengan tata letak panggung yang tidak simetris, sehingga ketika menonton pun jadi nyaman. �Fitri, kayaknya kursi yang ditengah itu pas banget deh, buat nonton. Biar kelihatan.� ucap Nina sambil menepuk pundak temannya dan setelah melihat-lihat sekelilingnya. Fitri yang ditepuk pundaknya agak  merasa kaget dengan suara Nina yang lumayan keras di telinga. �Eh? Lo biasa aja, dong, nggak usah nggetin, gitu. Yang mana, sih, kursinya?� tanya Fitri menyakinkan.

Nina yang masih sibuk dan asik dengan keadaan sekitarnya, pertanyaan dari Fitri pun dihiraukan. Hingga Fitri sampai bertanya lagi untuk kedua kalinya. �Nina�kursinya yang di sebelah mana, sih? Gue tanya malah diam.� Nina tersentak dari pandangannya. �Itu..tu..itu�kursi yang di tengah. Yang dekat cowok itu, kan, kosong tuh. Kita duduk di sana aja, yuk.� bujuk Nina pada Fitri. �Nggak ahh..lo aja kalo mau. Nggak berani pindah tempat.� jawab Fitri. Mendengar Fitri berkata begitu, Nina memikirkan kembali kata-katanya untuk pindah tempat. Setelah beberapa menit berpikir, akhirnya ia tetap pada pendiriannya untuk berpindah tempat. �Ya udah kalo gitu, gue aja yang pindah. Kalo lo juga mau pindah, langsung aja, ya.� Fitri kaget dengan Nina yang beranjak berdiri dari kursinya. �Eh..lo serius, Na, mau pindah?� tanya Fitri bingung. Nina hanya mengangguk.

Nina yang duduk dengan tiba-tiba dan tergesa-gesa, membuat cowok yang di samping kanannya itu kaget dengan keberadannya. Tapi untungnya cowok itu hanya diam dan tak berkata apa-apa yang hampir saja membuat mood Nina berubah. Cowok itu hanya meliriknya dengan tajam dan sinis ke arah Nina. Nina pun berbalik melirik ke arahnya tanpa berkata sepatah kata pun. �Haduh..cuek dan dingin banget, sih, ini cowok. Kayaknya gue salah pilih tempat duduk.� bisiknya dalam hati.

�Na..gue pindah juga, ya, abisnya lo tega ninggalin gue sendirian di belakang.� sahut Fitri yang masih berdiri. Posisi Nina berada di tengah-tengah kursinya. Dia diapit oleh dua orang yang sebelah kanannya cowok dingin itu, dan sebelah kirinya si Fitri. Namun, dia bingung ketika baterai handphonenya lowbat dan dia tak membawa power bank. Dia bingung bagaimana memberi kabar pada keluarganya kalau ia pulang malam. Sementara Fitri, dia juga tak membawa power bank dan baterai handphonenya juga mulai lemah. Dalam situasi keadaan yang seperti ini, Nina langsung melirik ke arah samping kanannya. Ya, dia melirik ke arah cowok dingin itu. Dia memperhatikan setiap gerak-gerik cowok tersebut. Dia ingin menegur, namun hatinya ragu. Ragu jika dia tidak dipinjamkan power bank oleh si cowok itu. Bukan hanya ragu, tapi juga rasa malu yang didapat.

�Fit..gue mau pinjam power bank, deh, sama cowok yang di samping gue, tapi gue ragu. Habisnya dia dingin banget sikapnya.� ucap Nina berbisik pelan di telinga Fitri. �Ya udah, kalo lo ragu mending nggak usah. Malu tahu.� balas Fitri. Nina diam. Namun, walaupun sikap cowok yang dilihatnya seperti itu, dia tetap saja masih memperhatikan. Sesekali melihati wajahnya sangat dalam dihiasi dengan senyuman yang teukir diwajah Nina sewaktu melihatnya. Heran. Mungkin Nina berpikir, kalau cowok tersebut manis dan rupawan bila diperhatikan baik-baik. Dan itu membuat hati Nina senang dan tak memikirkan soal power bank. Langsung hilang begitu saja.

Hati Nina sudah luluh oleh sosok cowok dingin itu. Mereka belum sempat berkenalan, hanya saling memandang satu sama lain dengan rasa malu-malu. Ya, dihari itu pertemuan dingin Nina dengan cowok dingin itu. Sosoknya yang dingin hampir sama dengan rasa dinginnya dari hujan yang sedang turun sore itu. Bisa dirasakan namun tak bisa ditebak. Hanya bisa melihat, tapi tak bisa disapa. Dingin. Perasaan yang membuat hati kita tertusuk dengan sikapnya.




TENTANG PENULIS

Lani Kurnain. Gadis kelahiran tahun 94' bertempat di Jakarta. Memfavoritkan anime Detective Conan, penyuka hewan panda, penikmat mentari pagi, kesejukan siang, dan keindahan malam. Di antara banyaknya bintang, hanya ada satu yang paling berkilau dengan sinarnya. Di antara sekian banyaknya manusia, salah satunya kamu yang akan bersinar dipandangan beberapa pasang mata di dunia. Iya, itu kamu.
Nothing special about me. Just an ordinary person who became a writer. The author is still much to learn, it was me. No matter who you are, we can be friends.
Kamu dan aku bisa menjadi teman. Teman di dunia maya, kemudian teman di dunia nyata, dan bahkan bisa jadi teman pendamping hidupmu. It was a little bit of my introduction.






***

Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan ISI FORMULIRNYA

0 Response to "CERPEN : �Pertemuan Dingin� Oleh : Lani Kurnain"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

All Blogger Tricks

POPULAR POSTS

  • CERPEN: "Tentang Senja Oleh" Oleh : Dina Nurhayati
    Tentang Senja Oleh:  Dina Nurhayati Engkau mengerti tentang kegundahanku yang tak tampak. Seperti pasir-pasir kecil yang kusembunyikan dalam...
  • Anggota Resmi Jaringan Penulis Indonesia
                    Anggota Resmi Jaringan Penulis Indonesia adalah mereka yang telah bergabung dengan Jaringan Penulis Indonesia dan memiliki ...
  • CERPEN : "Di PDKT-in Hantu" Oleh : Ilham Ramadhan
    Di PDKT-in Hantu Oleh : Ilham Ramadhan                      Nama gue adalah Beno Castelard. Meskipun nama gue keren, tapi gue jomblo.   S...
  • PUSISI ZaEnal Abidin RiAm
    PUSISI  ZaEnal Abidin RiAm estetika minus etika indah, mungkin... atau bahkan harus aku tak mengutuk keindahan aku pun tak tahu apa itu kutu...
  • Sinopsis Film Pendek: Mengaku Anti Korupsi?
    Semakin ke sini semakin banyak yang membicarakan tentang korupsi. Dari pemerintahan yang berkoar-koar anti korupsi, namun entah, nyatanya ba...
  • CERPEN : "Lelaki Pencemburu dan Bulan Biru" Oleh: Fahry Alamsyah
             Lelaki Pencemburu dan Bulan Biru      Oleh: Fahry Alamsyah �Aku akan pergi ketika bulan biru itu tiba!� ucap lelaki itu, dengan sua...
  • CERPEN: "Sebuah Cerpen Berjudul Keris" By Endik Koeswoyo
    Sebuah Cerpen Berjudul Keris Malam semakin mejelang, para Gus itu mulai muncul dengan senyum masing-masing. Kalimat salam muncul lalu diikut...
  • CERPEN : "SATU (SAUDARA, TEMAN, BUDAYA)" Oleh : Yazhume
    T Tahukah kalian bahwa perbedaan yang ada pada diri manusia sebenarnya adalah pelengkap untuk orang disekitarnya ? Bayangkan bila semua manu...
  • CERPEN : "Warna Cinta Sejati" By: Eko Suseno
    Warna Cinta Sejati Oleh: Eko Suseno �Kau tahu kenapa aku membawamu ke tempat ini?� �Memangnya kenapa?� �Aku hanya ingin nanti setelah ku bu...
  • PUISI : "Mati rasa" Oleh: Syanaz Eza
    Mati rasa Oleh: Syanaz Eza Muak, Melintas dalam bayang-bayang fatamorgana Mencoba tegar, Nyatanya aku terkapar Hampa, Hirup oksigen tiada r...

Most Comennted

Blog Archive

  • ▼  2014 (102)
    • ►  December (2)
    • ►  November (8)
    • ▼  October (30)
      • SINOPSIS FILM PENDEK: "JAHATNYA KORUPSI" By: Helly...
      • Sinopsis Film Pendek: Mengaku Anti Korupsi?
      • Siapa bilang jadi mahasiswa tingkat akhir itu en...
      • Cerpen : MENGEJAR CINTA DEDE Oleh : Devi Eka
      • 5 CARA AGAR NASKAHMU DITERIMA PENERBIT Oleh: E...
      • CERPEN: "GONE #3 - GERHANA" By: Einca Sarii
      • PROSA: "FACADE MUSIM GUGUR" By: Agyasaziya Raziev
      • CERPEN: "SENJA MIKA" By: Rahazlen Avelia
      • CERBUNG: "Tentang Tuan Tampan (Part1-Manusia Narsi...
      • PROSA: "SYIRNIKI KEJU" By: Fikry Hasyim
      • CERPEN: "RINDU MADINAH" By: Fikry Hasyim
      • CERPEN : "MEMELUK JINGGA" By: Eko Suseno
      • CARA MUDAH MEMBUAT SINOPSIS FTV Oleh : Endik Koe...
      • REVIEW FILM Haji Backpacker Oleh : Endik Koeswoyo
      • KARYA ANGGOTA : BI TRANS TV Rahasia Penyiar Cantik
      • Antara Aku dan Apak Oleh : Cha Canlierz
      • CERPEN : �Pertemuan Dingin� Oleh : Lani Kurnain
      • KENAPA SAYA JADI PENULIS? Oleh : Endik Koeswoyo
      • METODE PIRAMIDA CERITA Oleh : Endik Koeswoyo
      • PUISI : "Mati rasa" Oleh: Syanaz Eza
      • CERPEN : "LUKA DI HATI SARI" By : Witri Prasety...
      • CERPEN 'SERABI IDOL' Oleh : Feby Oktarista Andriawan
      • CERPEN : Keyakinan Oleh : Nurma Yunita
      • CERPEN : KESAKSIAN SUKIRMAN Oleh: Ratih Puspaning...
      • CERPEN : KADO UNTUK SOPHIE Oleh: Andik S. Kasnata
      • REVIEW BUKU AKU TAK MARAH Oleh : Wahidin Sinaga
      • CERPEN : KESALAHAN HATI MENDUNG Oleh: Wahidin Sinaga
      • CERPEN : Maaf Yang Sia-sia By: Hikari Kagawa
      • PUISI Dibalik Sujud Tengah Malam Oleh: Nurul Isla...
      • PUSISI �Pilihan� Oleh: Ralindra Kartanama
    • ►  September (56)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2013 (5)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2010 (29)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2009 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  August (3)

About Us!

Risalah Islam

Kategori

  • AGENDA JPI
  • Alamat Penerbitan
  • Anggota Resmi Jaringan Penulis Indonesia
  • Biografi Penulis
  • Blog Sahabat
  • CERBUNG "Bukan Siti Tapi Nurbaya"
  • CERPEN JPI
  • Formulir Keanggotaan
  • INFO JPI
  • KARYA ANGGOTA
  • Kolaborasi 100 Penulis
  • Kritik Novel
  • OPINI JPI
  • Prosa
  • PROSA JPI
  • Puisi JPI
  • RESENSI NOVEL
  • REVIEW FILM
  • Sebilah Sayab Bidadari
  • Sinopsis Film Pendek
  • Sinopsis JPI
  • Tentang Sebuah Gagasan JPI
  • Tips dan Trik Menulis
  • VISI dan MISI Jaringan Penulis Indonesia
Copyright 2015 A. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger