• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

A

  • DROPDOWN MENU
  • About
  • Template
  • Tutorial SEO
  • Senjata NgeBlog
  • Sitemap
  • More
    • Kode Warna
    • Template
    • SL Wuss V2
    • SL Wuss V3
    • SL Super Fast
Home » Tips dan Trik Menulis » 5 CARA AGAR NASKAHMU DITERIMA PENERBIT Oleh: Endik Koeswoyo

5 CARA AGAR NASKAHMU DITERIMA PENERBIT Oleh: Endik Koeswoyo

Posted by A on Wednesday, October 15, 2014
Label: Tips dan Trik Menulis



5 CARA AGAR NASKAHMU DITERIMA PENERBIT

Oleh: Endik Koeswoyo


Suatu hari saya menanyakan ke temen-temen di group whatsaap jaringan penulis, pertanyaanya sederhana, �pernah di tolak penerbit?� dan ini adalah jawaban mereka yang langsung bikin aku flasback 10 tahun yang lalu, di mana aku juga pernah di tolak 9 kali oleh penerbit berbeda.
�Akuh Mas, ditolak stiletto 2 kalee, kinomedia sekali, gagas media sekali, bukune sekali, alasannya macem2 Mas, Padahal aq udah sertakan persyaratannya komplet plus isi form segala macem, secara administratif aq oke, cuma isi naskahnya adaaa aja yg kurang�
�Aku pernah ditolak nourabooks, ga dikasih tau alasannya. Terus ditolak Penerbit Haru katanya harus belajar lagi cara membuat alur.�
�Dtolak gagas.. ga pk alasan,�
�Aku, 2x gramed, 1x gagas, 1x ufuk, 2x bentang, Kirain udah 9x. Ternyata 6x
Lombanya 1x ... xixixi, �
�Aku ditolak plot point..�
�Kalo aku lain lagi om ceritanya. Aku malahan lagi nunggu kabar dari pihak redaksinya, tapi sampai sekarang belum dpt kabar, katanya, sih, nunggu 3-4 bulan. Sementara sekarang udah lebih. Aku jadi bingung,�
�Gramedia. First aku kirim fantasy. Alasannya nolak "Nanti kalah sama fantasy terjemahan",  aku kirim naskah yang sama ke Ufuk. Mereka bilang sama. Temanya nggak menarik. Karena saat itu lagi bomb romance. Kusimpan naskah itu. Ganti romance, kirim ke gagas. Rejected. Semua kriteria minus dichecklist, kukirim ke bentang. Dapat poin2 apa2 aja yang harus diperbaiki (baik banget. Udah dibaca aja alhamdulillah). Aku revisi. Perbaiki sesuai keinginan editor. Masih direject juga. Katanya udah bagus. Tapi mereka lagi butuh horror/thriller. Well. Aku nggak nyerah gitu aja. Masih berjuang terus. Go Ahead. Alhamdulillah nemu kawan2 baik hati yang kekeluargaan dan bersedia belajar bareng. Naskahku awalnya 293. Nyusut jadi 273. Dan sekarang 213. Hehe. Penulis butuh teman. Aku ngerasain sendiri bedanya. Banyak ilmu juga dari kelompok itu.�
Baiklah, dari jawaban-jawaban itulah aku mencoba berbagi tips biar naskah kita tidak di tolak sama penerbit. Caranya agak rumit, agak panjang, tetapi silahkan dipratekkan, dan semoga bisa membantu. Ini dia rahasia agar naskahmu TIDAK DITOLAK.

1.      Siapkan dirimu
Pertama yang dilihat penerbit bisa jadi adalah siapa penulisnya, seberapa menjual ini penulis? Udah terkenal apa belum? Logikanya, ketika ada 2 naskah yang temanya sama, satu di tulis Andrea Hirata dan satu di tulis Joko Embuh Sopo, pastilah yang akan ditebitkan adalah naskah miliknya Andrea Hirata dan naskah milik Joko Embuh Sopo itu pasti tersingkir, kenapa? Lah enggak dikenal namanya... ndak familiar dan jelas dia itu penulis baru. Kenapa bisa begitu nggak ada kesempatan dong? Nggak adil dong? Emang Andrea Hirata nggak pernah di tolak apa? Naskahnya lasskar pelangi itu terkatung-katung lama di Bentang. Tapi nggak usah bahas soal beliau, sekarang bahas diri kita aja dulu. Kenapa sih kita perlu menyiapka diri? Karena begini, satu buku itu biaya cetaknya kurang lebih 30 juta, apa iya penerbit mau gambling nerbitin naskah dari penulis baru yang dikenal aja enggak? Logikanya ya nggak bakalan maulah beresiko terlalu tinggi. Jadi gimana? Ya siapkan dirimu untuk di kenal, jaman sekarang sih ada cara sederhana, mainin media sosial aja. Buat dirimu menonjol di youtube, atau twitter atau blog. Jadikan dirimu ada, tunjukkan pada dunia kalau Joko Embuh Sopo itu ada dan dia hidup dan dia bisa menulis. Coba saja pergi ke toko buku, jaman sekarang bayak buku-buku yang ditulis oleh selebtwit. Isinya kadang aneh, kadang nggak jelas, jauh lebih bagus tulisannya Joko Embuh Sopo itu tadi, tetapi lagi-lagi Mas Joko Embuh Sopo tidak mempersiapkan dirinya, dia terlalu kaku dan nggak gaul.
Siapkan dirimu dengan menjadikan dirimu berbeda, menjadi penulis di blog, aktif di twitter dan cobalah memfollow tokoh-tokoh penerbitan buku atau penulis yang udah ngetop. Mentions atau sapa mereka, takut nggak dibales atau nggak direspon? Tunjukin aja kalau kalian adalah pembacanya, puji karyanya atau kritik karyanya pasti di bales.
Siapkan dirimu dengan bergabung dengan kelompok-kelompok penulisan, karena seorang penulis yang punya komunitas sendiri, mempunyai nilai plus.
Siapkan dirimu dengan memiliki sebuah blog, karena haram bukumnya penulis jaman sekarang tidak punya blog. Kenapa? Karena manusia sekarang tergantung sama google, mereka akan meng-gogling seseorang ketika dia mendengarkan atau melihat ada nama baru muncul. Bahkan banyak cewek yang googling dulu nama cowok yang bakal digebet, atau sebaliknya. Ga percaya?
Logika sederhananya begini, jika saya punya 16.000 follower twitter, maka dengan asumsi 10% nya akan tertarik membeli novel terbaru saya, maka dalam sebulan saya bisa promosi hanya lewat twitter, dan novel saya bisa terjual 1.000 eksemplar. Dengan terjual 1.000 eksemplar, minimal penerbit tidak akan rugi ketika mereka mencetak novel saya 5.000 eksemplar sekali cetak. Belum yang di faceebook dan promosi di media sosial lainnya. Penjualan novel saya bisa diasumsikan dalam sebulan bisa mencapai 1.000 sampai 1.500. Artinya itu titik aman bagi penerbit.
Catatan, membuat diri kita dikenal, berbeda dengan membuat kita terkenal, harap dipahami ini dengan bijak. 

2.      Siapkan idemu
Soal ide, hampir semua penulis dan calon penulis bahkan bukan penulispun pasti punya ide, siapkan dulu ide kita, tulis dalam sebuah sinopsis 1 sampai 3 halaman, dari A sampai Z. Ide bisa sama, ide bisa biasa saja, tetapi nanti dipengembangan baru akan kelihatan berbeda.
        Udah pernah baca Romeo dan Juliet yang fenomenal itu? Apa sih ide dasarnya? Cuman kisah cinta diantara perseteruan dua kubu, dua kubu musuhan, perang-perangan, dari dua kubu itulah ada Romeo dan Juliet, di twist deh di endingnya, salah satunya mati. Menariknya dimana? Pada alur yang dibangun.
Pernah baca Siti Nurbaya? Uniknya dimana sih? kalau ditanya Siti Nurbaya ceritanya soal apa? Soal cinta yang kandas. Siti dan Samsul pacaran, saling cinta, masalah muncul ketika orang tua Siti punya masalah dengan Datuk Maringgih, dikemas sedemikian rupa sehingga Samsul harus kehilanan Siti yang menikah dengan Datuk. Gitu ajakan idenya?
Jangan takut menemukan ide-ide yang baru, tulis aja dulu dalam bentuk sinopsis, saran saya ide itu harus sesuatu yang benar-benar kita pahami. Jangan bercerita tentang Korea kalau Korea aja nggak tau disebelah mana, bakal kesulitan mengeksplornya. Jangan ngomongin soal kedokteran kalau kita kulihanya di ilmu politik, pahami bener-bener dan tulislah apa yang kita ketahui biar kita bisa membuat cerita kita lebih hidup.

3.      Siapkan penerbitmu
Diri kita udah siap, ide udah siap, sebelum menulis, pahami dulu beberapa penerbit yang akan dijadikan sararan untuk dikirim naskah kita nantinya. Jangan nulis dulu, tapi pahami dulu, naskah apa yang mereka cari? Carilah penerbit yang sesuai dengan ide atau tema yang kita miliki. Kunjungi website penerbitnya, cari buku-buku yang beseller, kalau ada yang sama dengan tema kita, artinya ada kemungkinan naskah kita masuk kriteria mereka. Pahami bener-bener penerbitnya, cari satu persatu celahnya. Bedakan ya antara kesamaan tema dan kesamaan cerita. Beda loh tema sama cerita. Kebanyakan nggak mau pahami itu, mikirnya sama aja itu tema sama cerita.
Kalau udah nemu satu atau dua penerbit yang dirasa cocok dengan tema kita, perbanyak membaca buku-buku dari penerbit yang kita incer itu. Dateng ke toko lalu beli deh buku-buknya, baca dengan detail dan cari tau kenapa buku itu bisa diterbitkan? Apakah karena penulisnya? Apakah karena ceritanya? Apakah karena gaya bahasanya? Kumpulkan faktor-faktor X yang kita rasa menjadi point plus penerbit mau menerbitkan buku yang udah kita beli tadi.
Banyak yang di tolak karena mereka nggak paham dengan penerbit yang mereka tuju. Penerbit carinya buku soal apel, eh nulisnya soal iphone, sama-sama apel tapi beda jauh cuy. Kalau nggak paham bisa berabe, misal pacar kamu ngajak makan, �yank aku mau maem bakso dong,� eh kita bawa dia makan soto, bisa ngambek tuh cewek, bener ga? �Ih kamu giman sih yank? Kan aku ngajakin makan bakso? Kok kamu malah ke warung soto sih?� oleh karena itu, sangat penting untuk memahami terlebih dahulu.
Nah karena kita udah siap, langkah pada point 1 tadi, maka sebaiknya kita mulai kepoin siapa sih redaksinya penerbit itu? Siapa sih orang �penting� di penerbit itu? Siapa sih editor di penerbit itu? Cari informasi sebaik mungkin dan sedetail mungkin. Dari mana carinya? Makanya saya bilang ikuti group atau komunitas penulis biar kita tau siapa orang penting pemegang keputusan di penerbit yang kita jadiin target? Mulai bangun komunikasi lewat FB atau twitter, mentions atau komen, untuk mendapatkan respon, minta bantun temen-temen di komunitasmu untuk ikutan komentar ketika kamu mulai pedekatein pihak penerbit. Hampir semua editor atau pimred bahkan owner penerbitan  yang punya akun twitter dan punya facebook, bayangin aja ketika anda menyapa �dia� lalu ada 10 temen yang ikut koment, pastilah kita akan di repson. Disinilah fungsi media sosial dan fungsi kita gabung ke sebuah komunitas, bangun pertemanan dan saling mebantu.
Stalking twit-twit atau status �orang penerbitan tersebut� pasti dia punya refensi bacaan dan punya segala sesuatu info tentang naskah yang dia suka. Jangan stalking mantan muluk, nggak penting. Bangun komunasi inten dengan target, dia nulis status apa? Berikan komentarmu, jangan ngeflood, tetapi standar saja, yang wajar saja. Pahami juga dengan istilah tak kenal maka tak sayang, kalau di sosmed sudah kenal, maka ketika kita kirim naskah, maka kita sudah kenal, setidaknya nama kita tidak asing bagi mereka.

4.      Siapkan naskahmu
Jika langkah-langkah terebut sudah, selanjutnya adalah mulai menyiapkan naskah. Hal terpenting adalah judul dan satu bab pertama harus sangat-sangat menarik. Tidak mudah, tetapi pasti bisa dikerjakan. Buatlah judul yang menarik, buatlah kalimat pembuka cerita yang menarik, nggak perlu melampirkan halaman pesembahan yang bertele-tele di halaman paling depan, langsung saja pada point cerita. Nggak penting bikin halaman persembahan dilatikan dalam naskah dan paling depan. Nanti saja kalau mau bikin halaman persembahan kalau naskah udah oke dan siap cetak baru deh dilampirkan.
Jangan ragu dan jangan takut, pede ada, yakin aja naskah kita bagus. Jangan minder. Bikin cerita yang menarik, karena kita udah paham dengan penerbit sasaran kita, maka pola dan gaya jangan jauh berbeda dengan buku-buku yang sudah mereka terbitkan, pola dan gaya ini dimiliki secara naluriah oleh setiap penulis, pasti beda-beda, tetapi jangan beda banget dengan gaya dan pola yang sudah ada.

Naskah yang menarik ada 3 point dasar yang menurut saya penting ;
-             Awali naskah dengan konflik yang sangat besar dan gantungin biar orang mau melanjutkan baca atau buka bab selanjutnya.
-          Akhiri setiap bab dengan sebuah pertanyaan, biar pembaca mau memcar tau di bab berikutnya, pertanyaan bukan berarti tanda tanya loh ya.
-            Fokus saja pada konflik tokoh utama, jangan terlalu banyak konflik dengan banyak tokoh, satu tokoh utama dengan banyak konflik lebih menarik di baca ketimbanga banyak tokoh dengan banyak konflik itu membingungkan kalau kita belum mahir mengolah alur

5.      Siapkan doamu
Semua udah kita siapkan, selanjutnya adalah berdoa, ini point sangat penting.  Naskah yang udah dikirim harus didoakan biar segera diterima, kalau langkah-langkah diatas udah. Jangan ragu untuk menulis, lakukan secara teratur dan rutin, karena tema yang dicari penerbit bisa berubah kapan saja. Untuk menyelesaikan naskah 120 halaman font time new roman spasi 1,5 butuh waktu 12 hari dengan sarat kita menulis 10 halaman perhari, konsisten dan teratur, pagi 1 jam, sore 1 jam, selesai sudah satu naskah 12 hari. Atau 5 halaman perhari, jadi akan selesai dalam 24 hari. Jangan terlalu lama, karen akan ada proses menunggu yang lain, nunggu jawaban dari penerbit tentunya. Sambil menunggu naskah kita diterima, lakukan langkah pertama hingga langkah ke 5, jadi selama nunggu 1 sampai 2 bulan, kita sudah punya naskah 1 lagi yang sudah selai. Kalau di tolak? Kalau di tolak bukan berarti kita gagal, saya pernah di tolak 9 kali, 9 penerbit dan 9 naskah yang berbeda, saya menyemangati diri sendiri dengan mengatakan begini �saya tidak pernah gagal menulis novel, saya hanya 9 kali menulis novel dengan cara yang salah,� dan itu terbukti, setelah sebilan kali saya menulis novel yang salah, selanjutnya tidak ada lagi yang �salah� bahkan setelah ada 23 judul novel dan buku yang saya tulis dengan bener dan semuanya terbit tanpa di tolak, dan Alhamdulillah, sekarang naskah saya aman dan lancar masuk penerbit, bahkan menjadi salah satu naskah yang diprioritaskan untuk diterbitkan. Kenapa? Karena saya pernah belajar bagaimana cara membuat naskah novel yang salah sembilan kali.   




  
TENTANG PENULIS

Endik Koeswoyo penulis skenario, buku dan novel ini lahir di kota Jombang. Pernah mengeyam pendidikan di SMU 2 Banjarmsin, SMU Negeri 1 Sutojayan. Pernah kuliah di AKINDO Yogyakarta dan saat ini sedang menyelesaikan S1 Ilmu Politik di Universitas Bung Karno Jakarta. Gemar menulis sejak Sekolah Dasar. Saat kelas 3 SD di SDN Wonosalam IV Endik Koeswoyo sudah bisa menulis cerita pendek dan dibacakan di depan kelas. Ketika sekolah di SLPN Wonosalam I dia juga aktik menulis untuk mading bahkan sering dimarahi gurunya karena menempel tulisannya di jendela kaca kelasnya. 

Hingga tahun 2014 Endik Koeswoyo sudah menulis 23 judul novel dan Buku. Hijrah ke Jakarta tahun 2012 untuk menulis Sinetron di Sinemart PH Jakarta. Menurutnya kesempatan datang sekali selebihnya adalah kerja keras yang cerdas. Keputusannya ke Jakarta saat itu karena dia diajak oleh Fajar Nugros, "Fajar Nugros adalah orang pertama yang memberi kesempatan ke saya untuk menulis skenario sinetron dan film, dari kesempatan yang diberikan Fajar itulah saya bisa menjadi penulis skenario seperti sekarang" begitulah tuturnya dibeberapa kesempatan. Saat ini Endik Koeswoyo aktif menulis FTV dan Bioskop Indonesia Trans TV. Saat ini memutuskan menjadi penulis freelance. Beberapa film layar lebar yang pernah dia tulis skenarionya "ME And You Vs The Wolrd, Kesurupan Setan. Segera rilis diakhir tahun 2014 film "Cerita Cinta" dan "Erau Kota Raja" adalah skenario film yang dia tulis dan akan tayang di Bioskop Indonesia dan Malaysia akhir tahun 2014.  

Untuk mengenal penulis lebih jauh, silahkan mampir ke BLOG Pribadinya : www://endik.seniman.web.id 

Twitter: @endikkoeswoyo

 

 ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan ISI FORMULIRNYA DISINI

0 Response to "5 CARA AGAR NASKAHMU DITERIMA PENERBIT Oleh: Endik Koeswoyo "

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

All Blogger Tricks

POPULAR POSTS

  • CERPEN: "Tentang Senja Oleh" Oleh : Dina Nurhayati
    Tentang Senja Oleh:  Dina Nurhayati Engkau mengerti tentang kegundahanku yang tak tampak. Seperti pasir-pasir kecil yang kusembunyikan dalam...
  • Sinopsis Film Pendek: Mengaku Anti Korupsi?
    Semakin ke sini semakin banyak yang membicarakan tentang korupsi. Dari pemerintahan yang berkoar-koar anti korupsi, namun entah, nyatanya ba...
  • CERPEN : "Lelaki Pencemburu dan Bulan Biru" Oleh: Fahry Alamsyah
             Lelaki Pencemburu dan Bulan Biru      Oleh: Fahry Alamsyah �Aku akan pergi ketika bulan biru itu tiba!� ucap lelaki itu, dengan sua...
  • CERPEN : "SATU (SAUDARA, TEMAN, BUDAYA)" Oleh : Yazhume
    T Tahukah kalian bahwa perbedaan yang ada pada diri manusia sebenarnya adalah pelengkap untuk orang disekitarnya ? Bayangkan bila semua manu...
  • PUISI : "KAMU" By Cosiolenti Fellygrina
    KAMU.... Kamu.. Pernah jadi bagian hari hariku Setiap malam.. sebelum tidur.. Ku habiskan beberapa menit untuk membaca pesan yg kamu kirim u...
  • Formulir Keanggotaan JPI
    Formulir Anggota Jaringan Penulis Indonesia Salam Budaya Jaringan Penulis Indonesia menerima siapa saja yang ingin menjadi penulis, telah me...
  • CERPEN: "Sebuah Cerpen Berjudul Keris" By Endik Koeswoyo
    Sebuah Cerpen Berjudul Keris Malam semakin mejelang, para Gus itu mulai muncul dengan senyum masing-masing. Kalimat salam muncul lalu diikut...
  • CERPEN : "HILANG... " Oleh: Einca Ratna Sari
    HILANG...   Oleh:  Einca Ratna Sari Takdir Tuhan memang tak selalu berjalan seperti apa yang kita rencanakan. Terkadang, untuk mendapatka...
  • CERPEN : "SINGLE" Oleh: Vivi Priliyanti
    SINGLE Oleh: Vivi Priliyanti   September 2012             �Hmmm�tak terlalu buruk, tunggu kabar untuk pertemuan selanjutnya.� ekspresi ibu...
  • UNDANGAN MENULIS
    MENGUNDANG ANDA: Untuk membuat Tulisan yang berhubungan dengan tema : Dinamika dan Problematika Dalam Advokasi Warisan Budaya Indonesia Lata...

Most Comennted

Blog Archive

  • ▼  2014 (102)
    • ►  December (2)
    • ►  November (8)
    • ▼  October (30)
      • SINOPSIS FILM PENDEK: "JAHATNYA KORUPSI" By: Helly...
      • Sinopsis Film Pendek: Mengaku Anti Korupsi?
      • Siapa bilang jadi mahasiswa tingkat akhir itu en...
      • Cerpen : MENGEJAR CINTA DEDE Oleh : Devi Eka
      • 5 CARA AGAR NASKAHMU DITERIMA PENERBIT Oleh: E...
      • CERPEN: "GONE #3 - GERHANA" By: Einca Sarii
      • PROSA: "FACADE MUSIM GUGUR" By: Agyasaziya Raziev
      • CERPEN: "SENJA MIKA" By: Rahazlen Avelia
      • CERBUNG: "Tentang Tuan Tampan (Part1-Manusia Narsi...
      • PROSA: "SYIRNIKI KEJU" By: Fikry Hasyim
      • CERPEN: "RINDU MADINAH" By: Fikry Hasyim
      • CERPEN : "MEMELUK JINGGA" By: Eko Suseno
      • CARA MUDAH MEMBUAT SINOPSIS FTV Oleh : Endik Koe...
      • REVIEW FILM Haji Backpacker Oleh : Endik Koeswoyo
      • KARYA ANGGOTA : BI TRANS TV Rahasia Penyiar Cantik
      • Antara Aku dan Apak Oleh : Cha Canlierz
      • CERPEN : �Pertemuan Dingin� Oleh : Lani Kurnain
      • KENAPA SAYA JADI PENULIS? Oleh : Endik Koeswoyo
      • METODE PIRAMIDA CERITA Oleh : Endik Koeswoyo
      • PUISI : "Mati rasa" Oleh: Syanaz Eza
      • CERPEN : "LUKA DI HATI SARI" By : Witri Prasety...
      • CERPEN 'SERABI IDOL' Oleh : Feby Oktarista Andriawan
      • CERPEN : Keyakinan Oleh : Nurma Yunita
      • CERPEN : KESAKSIAN SUKIRMAN Oleh: Ratih Puspaning...
      • CERPEN : KADO UNTUK SOPHIE Oleh: Andik S. Kasnata
      • REVIEW BUKU AKU TAK MARAH Oleh : Wahidin Sinaga
      • CERPEN : KESALAHAN HATI MENDUNG Oleh: Wahidin Sinaga
      • CERPEN : Maaf Yang Sia-sia By: Hikari Kagawa
      • PUISI Dibalik Sujud Tengah Malam Oleh: Nurul Isla...
      • PUSISI �Pilihan� Oleh: Ralindra Kartanama
    • ►  September (56)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2013 (5)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2010 (29)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2009 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  August (3)

About Us!

Risalah Islam

Kategori

  • AGENDA JPI
  • Alamat Penerbitan
  • Anggota Resmi Jaringan Penulis Indonesia
  • Biografi Penulis
  • Blog Sahabat
  • CERBUNG "Bukan Siti Tapi Nurbaya"
  • CERPEN JPI
  • Formulir Keanggotaan
  • INFO JPI
  • KARYA ANGGOTA
  • Kolaborasi 100 Penulis
  • Kritik Novel
  • OPINI JPI
  • Prosa
  • PROSA JPI
  • Puisi JPI
  • RESENSI NOVEL
  • REVIEW FILM
  • Sebilah Sayab Bidadari
  • Sinopsis Film Pendek
  • Sinopsis JPI
  • Tentang Sebuah Gagasan JPI
  • Tips dan Trik Menulis
  • VISI dan MISI Jaringan Penulis Indonesia
Copyright 2015 A. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger