• Contact
  • Privacy Policy
  • Disclaimer

A

  • DROPDOWN MENU
  • About
  • Template
  • Tutorial SEO
  • Senjata NgeBlog
  • Sitemap
  • More
    • Kode Warna
    • Template
    • SL Wuss V2
    • SL Wuss V3
    • SL Super Fast
Home » CERPEN JPI » CERPEN : "Keboman#1 (Kisah satu malam bukan yang sebenarnya) By: Adit Mahatva

CERPEN : "Keboman#1 (Kisah satu malam bukan yang sebenarnya) By: Adit Mahatva

Posted by A on Monday, December 22, 2014
Label: CERPEN JPI



Keboman #1 (Kisah satu malam bukan yang sebenarnya)
Oleh: Adit Mahatva

Memang benar kalau bepergian maupun mudik jangan dekat- dekat waktu lebaran, selain macet di jalanan, yang mau beli tiket Kereta Api, Kapal Laut, Pesawat itu susah, belum lagi oknum calo nakal dimana-mana. Hampir begitu untuk setiap tahunnya.
            Kapal Binaiya yang mau mengantarku ke Batulicin ini, adalah milik Perusahaan BUMN di bawah naungan PT.Pelni, namun sayang kapal pelni tak banyak yang bagus, kalah dengan kapal dari swasta. Ini kapal terburuk untuk perjalanan jauh yang pernah aku ketahui. Tangganya seperti arena outbond, emangnya yang naik ini para tarzan gitu, atau pemain sirkus?
Beda dengan kapal untuk penyeberangan dekat kan seperti Kapal fery mobil bisa masuk. Tapi gak apa, yang penting aku bisa segera ke Tanah Borneo tempat sanak keluargaku tinggal di sana.
            Alamak... memang kalau lagi panik, pasti bawaannya pengen pipis, dari antrean menuju pemeriksaan tiket hingga masuk kapal. Sangat melelahkan sekali, keringat bercucuran, darah kemana-mana, itu jika wanita lagi dapet dan lupa pakai pembalut. Dimana mengenai pembalut ini, aku sampai sekarang masih bertanya-tanya, apa bedanya bersayap atau tidak di iklan tivi yang silih berganti . Ahhhh Biarlah.
            Saat sudah masuk, ini bingung ini diskotik apa ruangan kapal, semuanya berdiri senggal-senggol dan jogetnya pun aneh, mereka bawa kardus, bawa tas dan tak sedikit barisan napi tadi, eh tukang kuli angkut tadi maksudku. Banyak berlalu-lalang dengan membawa tugas atau misi yang berat. Terbukti dengan kata-katanya yang selalu bilang, �Awas benda keras�.
            Ternyata kapal pecah itu ada, tapi yang aku lihat bukan kapal yang hancur gitu, tapi ini lebih parah puing-puing manusia bergeletakan mencari posisi enak, ada yang gemuk persis seperti bongkahan dinding tebal 5  meter yang ambruk.
 Ada yang sudah PAS (Posisi Asyik Sekali) gak bisa di ganggu gugat. Gak peduli itu di Jalan, di pagar, di awang-awang. Yang penting mereka tempati selagi bisa.
Saat ku mau ke WC untuk pipis, ini lebih parah. Aku seperti pendekar yang berjalan di antara ribuan jiwa, yang bergeletakan setelah usai perang di medan laga. Mungkin mereka sudah kehabisan oksigen. Atau kah memang mereka kira ini sudah malam karena gak ada penerangan dari luar, yang ada hanya lampu di dalam ruangan ini. Jadi mereka tidur. Aku jadi teringat lagunya Melinda �Cinta satu malam� mungkin dulu terjadi di dalam sini kisahnya. Aku ngebayangin malam, di dalam sini akan berlalu panjang. Ahhhh biarlah.
Kamar mandi dan wc nya juga jorok, tempatnya semua dari tembaga besi, aroma yang menyengat udah biasa untuk kamar mandi dan wc umum, yang kebangeten ini kan tempatnya berdiri kalau cowok. Itu goyang-goyang terasa kenceng  banget guncangan kapalnya men.
�Kapten kapal oleng kapten� teriak laki-laki tua berkaca mata di sudut kanan sebelah.
�Ciahhh......aku bukan kapten pak�
�Lah terus siapa mas sebenaranya? �
�Aku adalah KeboMan, Kesatria tampan dari Pulau Borneo �
�Lho mas ini, pasti anggota kelompok perkumpulan terkenal bernama kumpul kebo yah?, saya sering lihat beritanya di koran dan tivi, hebat mas� kata  pria berkacamata tersebut.
�Bukannn!!!�  jawabku pada lelaki tersebut.
Apapun yang ada dipikiran lelaki tua tersebut, aku tak peduli. Yang jelas orang tersebut berwajah-wajah mupeng. Dan kacamatanya yang  buram menambah nilai plus dugaanku terhadapnya.
Seperti masuknya, keluarnya pun juga susah. Orang �orangnya pun  di depan toilet bertambah banyak. Ehmmm kisah satu malam yang fantastis di ruangan ini, takkan pernah berlangsung pagi.

~Bersambung~
Biodata Penulis:
KeboMan atau Kebo jantan yang satu ini bukan seperti kebo pada umumnya, dia tidak makan rumput, tidak memiliki kuncir ekor dibelakang, tidak mandi di lumpur, tidak pula membajak, karena kebo ini adalah anak manusia bernama Adit Mahatva biasa dipanggil Adit, yang terlahir di Pulau Borneo sebutan Pulau Kalimantan, pada jaman dahulu. Sehingga dikenal Anak Kebo (Anak kelahiran borneo), dengan  apa adanya. Tanpa dilengkapi dengan tanduk seperti kebo pada lazimnya.
Sejak kecil, Adit hijrah ke pulau Jawa bersama kedua orangtuanya. Papa yang sangat mencintainya, dan mama yang selalu setia memberikannya asi ekslusif. Jadi tak berlaku istilah kebo nusu gudel (terjemah: Induk kerbau yang minum susu pada anaknya)  karena, kebo satu ini minum asi pada mamanya.
Penasaran? Follow twitter @aditmahatva dan bisa kirim email ke adit14.mahatva@gmail.com



 



***
Setiap karya yang kami publikasikan hak cipta dan isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis Untuk Anggota Jaringan Penulis Indonesia yang mau mengirimkan karya harap mencatumkan subyek KARYA ANGGOTA + Tema Tulisan + Judul Tulisan pada email yang di kirim ke jaringanpenulis@gmail.com Bagi yang ingin bergabung menjadi Anggota Jaringan Penulis Indonesia silahkan ISI FORMULIRNYA DISINI 

0 Response to "CERPEN : "Keboman#1 (Kisah satu malam bukan yang sebenarnya) By: Adit Mahatva"

← Newer Post Older Post → Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

All Blogger Tricks

POPULAR POSTS

  • CERPEN: "Tentang Senja Oleh" Oleh : Dina Nurhayati
    Tentang Senja Oleh:  Dina Nurhayati Engkau mengerti tentang kegundahanku yang tak tampak. Seperti pasir-pasir kecil yang kusembunyikan dalam...
  • Sinopsis Film Pendek: Mengaku Anti Korupsi?
    Semakin ke sini semakin banyak yang membicarakan tentang korupsi. Dari pemerintahan yang berkoar-koar anti korupsi, namun entah, nyatanya ba...
  • CERPEN : "Lelaki Pencemburu dan Bulan Biru" Oleh: Fahry Alamsyah
             Lelaki Pencemburu dan Bulan Biru      Oleh: Fahry Alamsyah �Aku akan pergi ketika bulan biru itu tiba!� ucap lelaki itu, dengan sua...
  • CERPEN : "SATU (SAUDARA, TEMAN, BUDAYA)" Oleh : Yazhume
    T Tahukah kalian bahwa perbedaan yang ada pada diri manusia sebenarnya adalah pelengkap untuk orang disekitarnya ? Bayangkan bila semua manu...
  • PUISI : "KAMU" By Cosiolenti Fellygrina
    KAMU.... Kamu.. Pernah jadi bagian hari hariku Setiap malam.. sebelum tidur.. Ku habiskan beberapa menit untuk membaca pesan yg kamu kirim u...
  • Formulir Keanggotaan JPI
    Formulir Anggota Jaringan Penulis Indonesia Salam Budaya Jaringan Penulis Indonesia menerima siapa saja yang ingin menjadi penulis, telah me...
  • CERPEN: "Sebuah Cerpen Berjudul Keris" By Endik Koeswoyo
    Sebuah Cerpen Berjudul Keris Malam semakin mejelang, para Gus itu mulai muncul dengan senyum masing-masing. Kalimat salam muncul lalu diikut...
  • CERPEN : "HILANG... " Oleh: Einca Ratna Sari
    HILANG...   Oleh:  Einca Ratna Sari Takdir Tuhan memang tak selalu berjalan seperti apa yang kita rencanakan. Terkadang, untuk mendapatka...
  • CERPEN : "SINGLE" Oleh: Vivi Priliyanti
    SINGLE Oleh: Vivi Priliyanti   September 2012             �Hmmm�tak terlalu buruk, tunggu kabar untuk pertemuan selanjutnya.� ekspresi ibu...
  • CERPEN: "Keajaiban Cerita Merah Bata" By: Muhammad Iqbal Imaduddin
      KEAJAIBAN CERITA MERAH BATA Oleh : Muhammad Iqbal Imaduddin Ditulis di Kota yang penuh kenangan, Kota Kediri. Tahun 2012. �Maaf Pak  Iqbal...

Most Comennted

Blog Archive

  • ▼  2014 (102)
    • ▼  December (2)
      • CERPEN : "Mati..." By: EincaSarii
      • CERPEN : "Keboman#1 (Kisah satu malam bukan yang s...
    • ►  November (8)
    • ►  October (30)
    • ►  September (56)
    • ►  August (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (4)
  • ►  2013 (5)
    • ►  May (2)
    • ►  March (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2011 (5)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
    • ►  February (1)
    • ►  January (2)
  • ►  2010 (29)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  September (1)
    • ►  August (3)
    • ►  June (3)
    • ►  May (3)
    • ►  April (4)
    • ►  March (6)
    • ►  February (4)
    • ►  January (1)
  • ►  2009 (9)
    • ►  December (1)
    • ►  November (4)
    • ►  October (1)
    • ►  August (3)

About Us!

Risalah Islam

Kategori

  • AGENDA JPI
  • Alamat Penerbitan
  • Anggota Resmi Jaringan Penulis Indonesia
  • Biografi Penulis
  • Blog Sahabat
  • CERBUNG "Bukan Siti Tapi Nurbaya"
  • CERPEN JPI
  • Formulir Keanggotaan
  • INFO JPI
  • KARYA ANGGOTA
  • Kolaborasi 100 Penulis
  • Kritik Novel
  • OPINI JPI
  • Prosa
  • PROSA JPI
  • Puisi JPI
  • RESENSI NOVEL
  • REVIEW FILM
  • Sebilah Sayab Bidadari
  • Sinopsis Film Pendek
  • Sinopsis JPI
  • Tentang Sebuah Gagasan JPI
  • Tips dan Trik Menulis
  • VISI dan MISI Jaringan Penulis Indonesia
Copyright 2015 A. All Rights Reserved. Template by SL Blogger and CB Blogger. Original Theme by Mas Sugeng. Powered by Blogger